
Pendidikan bukan hanya soal hafalan rumus atau teori semata. Pendidikan memberikan pengetahuan tentang berbagai hal, membentuk karakter seseorang, dan pada akhirnya turut andil dalam pembangunan serta kemajuan bangsa.
Melihat pentingnya pendidikan dalam siklus hidup seseorang, maka seharusnya pendidikan bisa dinikmati oleh setiap anak. Namun faktanya, akses pendidikan masih terbatas. Bukan hanya dari segi lokasi, tapi juga anak-anak berkebutuhan khusus (difabel) belum bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Berdasarkan data dari FEB UI tahun 2016, perkiraan jumlah difabel di Indonesia adalah 12.5% dari populasi total penduduk atau hampir 30 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, Penyandang difabel yang berpendidikan SD ke atas hanya 54,26%, sementara non difabel mencapai 87,31%. Bahkan, 45,74 penyandang difabel tidak pernah mengeyam pendidikan SD.
Berbagai hambatan menyebabkan banyak penyandang difabel tidak bisa mendapatkan pendidikan, karena tidak ada support system yang memadai. Mulai dari persepsi negatif dari orang terdekat dan masyarakat sekitar, hingga sarana prasarana yang kurang memadai. Akibatnya, banyak dari penyandang disabilitas tidak bisa mandiri dan mendapatkan kehidupan yang layak. Padahal mereka punya bakat dan kemampuan.

Target donasi di NusantaRun chapter 6 adalah Rp 2.500.000.000. Hasil donasi tersebut akan digunakan untuk program pengembangan murid penyandang difabel di Jawa Tengah dan DIY, bekerja sama dengan Kampus Guru Cikal. Lembaga pengembangan karier guru yang percaya guru dengan kemerdekaan belajar adalah kunci perubahan pendidikan untuk mewujudkan pelajar yang kompeten, ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan Indonesia yang demokratis.
Pelatihan guru, dimana guru sebagai salah satu support system bagi siswa, menjadi fokus dari Program Pengembangan Murid Penyandang Difabel. Diharapkan guru bisa mendapatkan inspirasi tentang pentingnya pendidikan yang setara bagi penyandang difabel. Selain itu, ada pula beasiswa bagi anak penyandang difabel, sehingga mereka dapat mandiri, diterima di perusahaan maupun berwirausaha.
Ibarat berlari, tak ada kata istilah “berhenti”, karena ada kilometer demi kilometer esok hari atau lusa yang harus ditempuh. Demikian halnya dengan dunia pendidikan, dengan permasalahan yang kian kompleks dari masa ke masa.
Dengan mengusung semangat #PowerOfContribution, mari bergerak bersama membantu mewujudkan #PendidikanUntukSemua.