Oleh: Rahajeng Kurniawati

Demi terwujudnya misi #GurukuMaju, sejak Januari hingga Agustus 2018, IOA telah melaksanakan delapan batch pelatihan Kepemimpinan Transformasional di Wonosobo, Jawa Tengah yang diikuti oleh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, guru dan kepala sekolah serta beberapa anggota komite sekolah dengan total peserta sebanyak 262 orang. Pada batch ke-8, seluruh guru dan kepala sekolah di Kecamatan Kejajar, Wonosobo telah mengikuti pelatihan Kepemimpinan Transformasional.
Agar manfaat program pelatihan guru IOA dan Yayasan Lari Nusantara tidak hanya dirasakan oleh para pendidik di kecamatan Kejajar, maka pada tanggal 28 Juni hingga 30 Juni 2018, IOA melaksanakan pelatihan untuk para pelatih lokal di Wonosobo. Melalui pelatihan ini, diharapkan ilmu yang didapat juga bisa dirasakan oleh 3000 guru SD di 14 kecamatan lainnya di kabupaten Wonosobo. Bekerjasama dengan Masyarakat Pendidikan Sejati (MPS), IOA dengan Dr. Ida I Gede Raka sebagai fasilitator, mengadakan pelatihan untuk 20 orang pejabat struktural dan fungsional yakni sekretaris dinas dan para kepala bidang di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta beberapa pengawas yang bertugas di beberapa kecamatan di kabupaten Wonosobo. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kapubaten Wonosobo Musofa, M.Pd. Melalui pelatihan ini, diharapkan pelatihan Kepemimpinan Transformasional nantinya bisa diadakan secara mandiri di berbagai kecamatan, dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau sebagian dari tunjangan profesi yang diterima guru setiap bulannya.
Pelatihan berlanjut di Dieng pada tanggal 19 Juli hingga 25 Juli 2018, kemudian pada tanggal 23 Agustus hingga 31 Agustus 2018. Di tengah cuaca yang dingin, serta daerah yang cukup jauh dari akses kendaraan umum, tak mengurangi antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan. Berbagai macam materi Kepemimpinan Transformasional disampaikan seperti “Sikap Proaktif vs Reaktif”, “Hirarki Kebutuhan”, “Kepemimpinan Transformasional”, “Apresiasi”, “Pendidikan untuk Kehidupan Bermakna”, “Strategi Perubahan”, serta berbagai sesi yang bersifat interaktif. Peserta pun beragam, mulai dari guru, baik PNS maupun honorer, serta perwakilan komite sekolah yang juga merupakan orang tua siswa.
Pada tanggal 19 September hingga 22 September 2018, pelatihan Kepemimpinan Transformasional juga digelar di Batur, Dieng. Hal yang istimewa dalam pelatihan ini yaitu terdapat tiga orang anggota tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dulunya IKIP Yogyakarta, mengikuti pelatihan ini untuk dipersiapkan sebagai penghubung dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Nantinya mereka juga akan membantu pelatihan dan supervisi pelatihan Kepemimpinan Transformasional lanjutan yang akan dijalankan oleh pemerintah daerah setempat untuk lebih dari 3000 guru SD di Wonosobo. Kerja sama dengan perguruan tinggi ini tentunya sangat penting karena dianggap sebagai instansi yang netral dan memiliki misi yang sama dalam peningkatan mutu pendidikan. Tim UNY pun menyambut baik jika sekiranya ada kebutuhan program pelatihan guru, karena mereka memiliki banyak sekali pengalaman dalam pelatihan guru di berbagai jenjang.
Sebagai bagian dari dukungan untuk pengembangan sekolah dan komunitas serta integrasi program-program yang dilaksanakan, maka pada tanggal 27 September 2018, IOA dan tim Masyarakat Pendidik Sejati (MPS) berkunjung ke tiga sekolah yakni SD Maarif Tieng, SDN Kejajar, dan SDN 2 Serang. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh para guru dan siswa, yang kemudian berlanjut dengan diskusi seputar progress pelatihan serta kendala dalam kegiatan belajar mengajar yang dialami. Secara umum, para guru sangat terbantu dengan pelatihan kepemimpinan yang telah dilakukan karena membentuk mereka untuk menjadi pribadi dan pengajar yang lebih berdisiplin, komunikatif, berempati, dan selalu ingin melakukan yang terbaik untuk anak didik.